Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aparatur Sipil Negara (ASN) Goal Generasi Milenial Perkotaan VS Pedesaan

Aparatur Sipil Negara (ASN) Goal Generasi Milenial Perkotaan VS Pedesaan


Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebuah impian bagi sebagian besar orang. Terutama Generasi BabyBorn yang lahir sebelum Generasi Milenial ini lahir. Generasi milenial yang hidup diperkotaan saat ini memang lebih bercita-cita untuk menjadi seorang pendiri bisnis start up.

Mereka merasa menjadi seorang pebisnis dapat membuat hidup mereka lebih santai. Karena dapat mengendalikan bisnisnya dari mana saja bahkan sambil berlibur. Berilibur? Ya berlibur merupakan salah satu Goal Generasi Milenial Perkotaan.

Bagi Generasi Milenial, bisa jalan-jalan ke berbagai tempat yang mereka impikan namun tetap bisa mendapatkan uang dari bisnis yang mereka kendalikan dari jarak jauh adalah sebuah kemapanan hidup ala Generasi Milenial.

Mereka tidak suka jika harus dikekang dengan berbagai peraturan yang mengikat sebagai koensekuensi profesi yang umumnya disandang oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Aparatur Sipil Negara (ASN) terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Namun lain halnya dengan Generasi Milenial yang tinggal di pedesaan. Bagi Generasi Milenial yang tinggal di pedesaan yang memiliki berbagai keterbatasan baik teknologi dan berbagai kendala demografi lainnya. Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebuah Goal Generasi Milenial Pedesaan.


Mengapa demikian?

Bagi Generasi Milenial Perkotaan yang hidup lahir dan berkembang ditengah perkotaan dan hidup dengan berbagai fasilitas yang menawarkan kemudahan, kecepatan dan lain-lain akan sangat Sulit bagi mereka untuk berfikir itu tidak mungkin.

Karena kenyataanya semua hal yang mereka fikirkan dapat terwujud dengan berbagai fasilitas yang tersedia di perkotaan, yang akhirnya dapat membuat ide-ide mereka menjadi mungkin untuk diwujudkan.


Sementara

Bagi Generasi Milenial Pedesaan yang hidup lahir dan berkembang jauh dari perkotaan dan hidup jauh dari berbagai fasilitas yang menawarkan kemudahan, kecepatan dan lain-lain akan sangat Mudah bagi mereka untuk berfikir itu tidak mungkin.

Karena kenyataanya semua hal yang mereka fikirkan belum tentu dapat terwujud dengan berbagai fasilitas yang tidak tersedia di pedesaan, yang akhirnya dapat membuat ide-ide mereka menjadi tidak mungkin untuk diwujudkan.